
Proses jual beli rumah tidak seperti transaksi barang lainnya, sebab ada banyak syarat dan administrasi yang harus dipenuhi. Baik penjual atau pembeli, wajib untuk mengetahui setiap persyaratan jual beli rumah.
Selain syarat, Anda yang berencana membeli rumah dalam waktu dekat, mesti tahu proses transaksi jual beli rumah yang aman. Pasalnya, jual beli rumah melibatkan uang yang tidak sedikit. Maka itu, melengkapi syarat dan memahami setiap prosesnya wajib dipatuhi.
Lantas, apa saja syarat jual beli rumah yang diperlukan dan seperti apa prosesnya? Agar tidak salah, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Syarat Jual Beli Rumah untuk Penjual dan Pembeli
Telah disebutkan sebelumnya, dalam transaksi jual beli rumah, penjual dan pembeli perlu mengurus beberapa dokumentasi persyaratan.
Berikut persyaratan tersebut:
Syarat Dokumen untuk Pembeli
Syarat Dokumen untuk Penjual
Syarat dokumen untuk penjual harus lengkap. Pasalnya, dokumen-dokumen tersebut menjadi bukti sah bila rumah yang hendak dijual bebas sengketa atau legal di mata hukum.
Maka itu, sebagai penjual, Anda harus memenuhi berbagai dokumen sebagai berikut:
Akta Jual Beli Rumah atau AJB, termasuk ke dalam syarat jual beli rumah yang harus diketahui. Dokumen ini dikeluarkan setelah proses jual beli rumah sepenuhnya selesai.
AJB merupakan bukti sah secara hukum bahwa Anda sudah membeli tanah atau rumah dari pihak penjual secara lunas. Fungsi AJB sangat krusial dalam sebuah transaksi jual beli rumah. Pasalnya, dokumen tersebut nantinya digunakan sebagai salah satu syarat dalam membuat Sertifikat Hak Milik (SHM). Selain itu, AJB berfungsi sebagai dokumen atau alat bukti transaksi jual beli properti yang sah di mata hukum. Pembuatan AJB hanya bisa melalui lewat Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT. Nantinya, Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT akan melakukan pemeriksaan keaslian sertifikat di kantor pertanahan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk melihat status kepemilikan tanah, serta membuktikan bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa.
Setelah memeriksa sertifikat, penjual diharuskan membayar PPh (Pajak Penghasilan) dan pembeli diharuskan membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).
Rumus perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:
Semua pembayaran pajak oleh penjual dan pembeli dibayarkan ke bank atau kantor pos.
Setelah melunasi pajak, barulah akta bisa diurus oleh PPAT.
Adapun syarat dalam membuat AJB adalah sebagai berikut:
Penjual
Pembeli
Biasanya, proses pembuatan AJB memerlukan waktu sekitar 1–3 bulan.
Jika Anda kesulitan dalam membayar PPh maupun BPHTB, biasanya PPAT akan membantu mekanisme pembayarannya.
Proses pembuatan AJB pun harus dihadiri oleh pihak penjual dan pembeli, serta disaksikan minimal oleh dua orang saksi. PPAT akan membacakan dan menjelaskan isi akta, yang nantinya akan ditandatangani oleh pihak penjual, pembeli, saksi beserta PPAT. Akta dibuat dalam dua rangkap, satu disimpan oleh PPAT dan satunya diserahkan ke kantor pertanahan untuk keperluan balik nama. PPAT akan menyerahkan berkas AJB selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah proses tanda tangan.
Berkas yang akan diserahkan pun meliputi surat permohonan balik nama, AJB dari PPAT, sertifikat hak atas tanah, fotokopi KTP penjual dan pembeli, serta bukti lunas pembayaran PPh dan BPHTB.
Jika prosesnya ingin lebih cepat, Anda bisa dibantu oleh pihak notaris. Notaris nanti akan bertugas untuk membantu segala proses pembuatan AJB hingga pembuatan SHM.
Selain pembuatan AJB, ada instrumen lain yang cukup penting sebagai syarat jual rumah dan jual beli rumah.
Syarat tersebut yakni surat perjanjian dan kuitansi. Meski di mata hukum AJB dan SHM lebih kuat dan resmi, tetapi keberadaan surat perjanjian serta kuitansi jadi dokumen penunjang adanya transaksi jual beli properti.
Dua dokumen ini pun memuat informasi yang penting, berisi kesepakatan antara penjual dan pembeli yang melakukan transaksi.
Jika kamu ingin membuatnya, pastikan surat perjanjian dan kuitansi jual beli rumah diberikan materai serta tanda tangan sebagai bukti tanda pengesahan. Fungsi materai bertujuan untuk memberikan kekuatan hukum bila mana ada subjek yang melanggar dokumen tersebut.
Terakhir, Anda harus melibatkan saksi, minimal dua orang yang ikut membubuhkan tanda tangan di kedua dokumen itu.
Syarat-syarat tersebut harus diperhatikan saat melakukan transaksi properti, karena termasuk aturan jual beli rumah yang aman.
Nah, demikianlah sejumlah syarat jual beli rumah yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.





