
Jenis-Jenis Investasi
Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi mempunyai berbagai cara dan instrumen yang berbeda-beda, tentunya dengan risiko dan timbal balik yang dapat disesuaikan dengan kemampuan kita.
Secara general terdapat 8 jenis investasi yang digolongkan sebagai investasi materil, yaitu saham, obligasi, reksa dana, forex, deposito, cryptocurrency, komoditas, dan properti. Penjelasan singkat jenis-jenis investasi tersebut adalah sebagai berikut:
- Saham: merupakan salah satu jenis instrumen keuangan atau aset yang dapat dibeli dan diperjualbelikan di pasar modal. Saham mewakili kepemilikan atau bagian kepemilikan seseorang atau entitas dalam sebuah perusahaan atau badan usaha tertentu. Ketika seseorang membeli saham suatu perusahaan, mereka secara teknis memiliki bagian kecil dari perusahaan tersebut. Saham dikeluarkan oleh perusahaan sebagai cara untuk mengumpulkan modal dengan menjual sebagian kepemilikannya kepada para investor. Potensi keuntungan yang diperoleh dari investasi di saham adalah ketika nilai / harga saham meningkat seiring waktu dan pertumbuhan perusahaan tersebut.
- Obligasi : merupakan instrumen keuangan berupa surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lainnya sebagai cara untuk meminjam uang dari investor. Dalam istilah yang lebih sederhana, obligasi sering disebut sebagai "surat utang" karena penerbitnya berutang kepada pemegang obligasi. Penerbit obligasi berjanji untuk membayar kembali jumlah pokok pinjaman (nilai nominal) pada waktu tertentu di masa depan, yang disebut jatuh tempo, beserta pembayaran bunga yang telah dijanjikan. Obligasi sering dianggap sebagai investasi yang lebih stabil dan konservatif dibandingkan saham, tetapi dengan potensi pengembalian yang lebih rendah.
- Reksadana : merupakan bentuk investasi kolektif di mana dana dari berbagai investor digabungkan untuk diinvestasikan dalam portofolio yang terdiversifikasi, yang dapat mencakup berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, pasar uang, dan instrumen keuangan lainnya. Reksa dana dikelola oleh manajemen investasi yang bertugas untuk mengelola portofolio dan mengambil keputusan investasi atas nama investor.
- Deposito: merupakan produk keuangan yang ditawarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya di mana seseorang atau entitas dapat menyimpan uang mereka untuk jangka waktu tertentu dengan imbal hasil yang telah ditentukan sebelumnya. Deposito sering dianggap sebagai bentuk investasi yang lebih aman dan stabil karena memiliki tingkat bunga yang tetap dan risiko kerugian yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi yang lebih berisiko.
- Forex : merupakan singkatan dari foreign exchange, yang merujuk kepada pasar global di mana mata uang dari berbagai negara diperdagangkan. Pasar forex adalah pasar terbesar dan paling likuid di dunia, di mana para pedagang, investor, bank, perusahaan, dan institusi keuangan berpartisipasi dalam transaksi jual beli mata uang.
- Cryptocurrency : adalah sebuah mata uang digital yang tidak tersedia dalam bentuk fisik layaknya koin atau uang tunai yang digunakan secara umum di seluruh dunia. Jenisnya beragam seperti bitcoin, litecoin, dll. Namun penggunaan cryptocurrency belum menjadi pilihan banyak orang karena unsur keamanan yang masih diragukan.
- Komoditas : Investasi komoditas melibatkan pembelian dan kepemilikan komoditas fisik atau kontrak berjangka komoditas dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga komoditas di pasar. Komoditas adalah barang-barang mentah atau bahan baku yang diperdagangkan di pasar global, seperti minyak, emas, perak, bijih besi, gandum, kopi, dan lain sebagainya.
- Properti : melibatkan pembelian dan kepemilikan properti fisik, seperti tanah, rumah, apartemen, atau bangunan komersial, dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan dari sewa atau keuntungan dari apresiasi nilai properti di masa depan.
Investasi Properti
Investasi properti merupakan salah satu jenis investasi dengan nilai stabil bahkan meningkat setiap tahunnya. Hal ini karena harga tanah yang selalu naik dari tahun ke tahun. Sehingga, investasi properti mulai dilirik dan dijadikan sebagai bentuk simpanan jangka panjang yang menguntungkan.
Dari tahun ke tahun, nilai jual properti semakin meningkat dan stabil. Dibandingkan dengan investasi lain, investasi properti cenderung lebih minim resiko meskipun membutuhkan modal yang tidak sedikit.
Berikut adalah keuntungan investasi properti:
- Properti Dapat Dijadikan Sebagai Bisnis Sewa Hunian: keuntungan pertama bagi pemilik properti adalah aset properti yang dapat disewakan menjadi bisnis yang menjanjikan. Apabila properti berada di lokasi yang strategis dan dekat dekat fasilitas umum, maka properti dapat disewakan atau dijadikan kos-kosan.
- Sebagai Passive Income: passive income yang dihasilkan berasal dari pendapatan sewa properti, dividen, bunga, atau bahkan royalti dari hasil investasi di bidang properti. Investasi ini cocok untuk persiapan hari tua atau masa pensiun karena memungkinkan untuk menghasilkan uang hanya dengan duduk manis di rumah.
- Harga Properti Terus Meningkat: harga properti akan terus naik tiap tahunnya seiring dengan kenaikan harga tanah dan kebutuhan rumah yang terus meningkat. Sehingga, investasi ini memiliki risiko yang rendah karena pasar properti tidak terlalu fluktuatif seperti pasar saham.
- Tidak Tergerus Inflasi: keuntungan lain yang akan didapatkan adalah aset properti tidak tergerus inflasi. Persentase inflasi rata-rata di Indonesia mencapai 3 - 5 % per tahun. Sedangkan persentase kenaikan harga properti sebanyak 10 - 20% per tahunnya, yang berarti angka kenaikan harga properti jauh di atas angka kenaikan inflasi yang terjadi setiap tahunnya.
- Tidak Perlu Memantau Harga Setiap Hari: kenaikan harga properti berkala dan dapat di lihat secara jelas melalui pembangunan disekitar properti yang kita miliki.
- Dapat Dijadikan Agunan: dapat dijadikan sebagai agunan atau jaminan ketika Anda membutuhkan pinjaman dana dari bank.
Sumber :
https://aesia.kemenkeu.go.id/tentang-aesia ; https://btnprioritas.btn.co.id/artikel/detail/kenali-9-produk-investasi-ini-sebelum-mulai-berinvestasi