Strategi Media Sosial, Interaksi, dan Cara Meningkatkan Engagement Audiens

Dalam era digital yang semakin kompetitif, kehadiran di media sosial bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Brand yang ingin bertahan harus mampu membangun hubungan yang konsisten dengan audiensnya. Tiga pilar utama dalam mencapai tujuan tersebut adalah social media strategy, social media interactions, dan audience engagement strategies. Ketiganya saling terkait dan menentukan bagaimana sebuah brand bisa tampil relevan, dipercaya, dan diingat oleh pengguna.

1. Social Media Strategy: Fondasi Keberhasilan Digital Marketing

Strategi media sosial adalah rencana komprehensif yang mengarahkan bagaimana sebuah brand berkomunikasi, mempromosikan, serta membangun citra di platform digital. Tanpa strategi, konten hanya akan menjadi “posting tanpa arah” yang tidak membawa hasil.

Elemen Utama Social Media Strategy

  1. Penentuan Tujuan
    Setiap aktivitas harus berangkat dari tujuan jelas: awareness, traffic website, leads, atau penjualan. Tujuan yang spesifik memudahkan evaluasi performa.

  2. Analisis Audiens
    Mengetahui siapa target audiens, apa kebiasaan mereka, jam aktif mereka, pain points, hingga preferensi konten akan menjadi acuan dalam menyusun konten yang tepat sasaran.

  3. Pemilihan Platform
    Tidak semua platform sesuai untuk semua brand.

    • Instagram cocok untuk visual kuat.

    • TikTok untuk konten cepat, fun, dan storytelling.

    • LinkedIn untuk B2B dan profesional.

  4. Konten Berkualitas
    Konten yang relevan, bermanfaat, dan mudah dicerna adalah kunci. Gunakan variasi format seperti video pendek, carousel, infografik, hingga konten user-generated.

  5. Consistency & Frequency
    Algoritma menyukai akun yang aktif. Konsistensi posting membuat brand selalu muncul di benak audiens.

  6. Monitoring & Analytics
    Data seperti reach, engagement rate, dan retention menjadi kompas untuk menyempurnakan strategi ke depannya.

Dengan strategi yang jelas, brand tidak hanya memposting, tetapi berkomunikasi secara efektif.

2. Social Media Interactions: Membangun Kedekatan yang Autentik

Interaksi di media sosial bukan sekadar menjawab komentar, tetapi membangun hubungan dua arah yang terasa personal.

Mengapa Interaksi itu Penting?

Jenis Interaksi yang Efektif

  1. Membalas Komentar dengan Cepat dan Ramah
    Respons cepat menunjukkan brand peduli. Komentar yang informatif juga membuat pengguna lain merasa nyaman untuk ikut berdiskusi.

  2. Membalas DM Secara Personal
    Hindari balasan template yang terlalu kaku. Audiens menghargai personal touch.

  3. Menggunakan Fitur Interaktif
    Polling, Q&A, quiz, dan sticker di story meningkatkan partisipasi audiens tanpa terasa memaksa.

  4. Mengapresiasi User-Generated Content
    Repost konten pelanggan, berikan komentar, atau ajak mereka membuat challenge.

  5. Membangun Percakapan Bukan Sekadar Promosi
    Audiens ingin merasa didengar, bukan hanya dijual. Interaksi yang menyentuh sisi emosi akan membangun ikatan jangka panjang.

Interaksi yang konsisten adalah bukti bahwa brand menghargai setiap perhatian yang diberikan audiens.

3. Audience Engagement Strategies: Cara Meningkatkan Keterlibatan Secara Maksimal

Engagement adalah nyawa dari media sosial. Tanpa engagement, konten tidak akan menjangkau banyak orang, meskipun desainnya bagus atau pesannya kuat.

Strategi Engagement yang Paling Efektif

a. Storytelling

Cerita selalu lebih disukai dibanding promosi langsung. Brand dapat membangun narasi tentang proses pembuatan produk, cerita pelanggan, atau behind-the-scenes.

b. Konten yang Mengundang Aksi

Call to action (CTA) sederhana seperti:

Bisa meningkatkan aktivitas di kolom komentar.

c. Berkolaborasi dengan Kreator atau Influencer

Kolaborasi memperluas jangkauan dan membawa audiens baru yang kemungkinan tertarik dengan brand.

d. Konten Edukatif dengan Nilai Tinggi

Tips, tutorial, fakta menarik, dan insight industri adalah jenis konten yang sering disimpan dan dibagikan (save & share), yang sangat berpengaruh pada ranking algoritma.

e. Konsistensi Visual dan Tone of Voice

Branding yang konsisten memudahkan audiens mengenali konten bahkan sebelum membaca caption.

f. Mengikuti Tren Secara Cerdas

Tren membantu visibilitas, tapi harus tetap selaras dengan nilai brand. Hindari mengikuti tren yang tidak relevan.

g. Konten Interaktif dan Real-Time

Live streaming, countdown event, sesi tanya jawab, hingga voting dapat meningkatkan rasa keterlibatan langsung.

Kunci Utama: Pahami Algoritma

Setiap platform memiliki algoritma berbeda, tetapi pola umum yang disukai adalah:

Ketika engagement meningkat, brand otomatis mendapatkan exposure lebih luas tanpa harus membayar iklan besar.

Mengembangkan kehadiran yang kuat di media sosial membutuhkan kombinasi strategi yang matang, interaksi yang autentik, dan usaha terus-menerus untuk melibatkan audiens. Social media strategy membantu mengarahkan langkah, social media interactions membangun kedekatan, dan audience engagement strategies memperluas jangkauan serta mempertahankan perhatian pengguna.

Brand yang mampu menggabungkan ketiga aspek ini akan lebih mudah memenangkan hati audiens dan tetap relevan dalam persaingan digital yang semakin cepat.

Personal Branding di Era Digital: Membangun Personal Brand yang Kuat

Di era digital seperti sekarang, personal branding bukan lagi sekadar tren, tetapi kebutuhan. Baik Anda seorang karyawan, freelancer, kreator, pemilik bisnis, maupun profesional di bidang apa pun, memiliki personal brand yang kuat dapat membuka lebih banyak peluang. Mulai dari karir, relasi, hingga kepercayaan publik. Karena itu, memahami konsep personal branding, digital personal branding, dan personal brand development menjadi langkah awal yang penting untuk membangun reputasi yang konsisten dan otentik.

Apa Itu Personal Branding?

Personal branding adalah sebuah proses dalam membentuk persepsi publik tentang siapa diri Anda, apa keahlian Anda, nilai apa yang Anda bawa, dan bagaimana Anda ingin dikenal. Bukan hanya tentang tampilan, tetapi keseluruhan pengalaman yang Anda tampilkan. Baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Dengan personal branding yang kuat, seseorang dapat:

Personal branding development berfokus pada bagaimana Anda merancang, membangun, dan mempertahankan citra diri tersebut secara strategis.

Digital Personal Branding: Kunci Eksistensi di Dunia Online

Dulu, personal branding dibangun melalui interaksi tatap muka, prestasi di dunia kerja, dan reputasi di lingkungan sekitar. Sekarang, semuanya berpindah ke dunia digital. Inilah yang disebut digital personal branding.

Digital personal branding adalah cara membangun dan mengelola personal brand melalui platform online, seperti:

Kenapa digital personal branding penting?

  1. Jejak digital menentukan kredibilitas
    Seringkali, orang-orang mencari jejak digital menggunakan nama kita di Google sebelum bekerja sama. Profil online yang rapi menambah nilai profesional.
  2. Aksesibilitas menjadi lebih luas
    Anda bisa dikenal oleh mereka yang berada di luar lingkungan Anda sehari-hari. Seperti orang-orang di luar kota, luar negeri, bahkan lintas industri.
  3. Kontrol penuh terhadap citra diri
    Anda juga bisa menentukan narasi yang ingin disampaikan melalui konten yang Anda unggah.

Dengan kata lain, digital personal branding memberi Anda panggung tanpa batas.

Manfaat Personal Branding Development

Mengembangkan personal branding bukan hanya tentang tampil keren. Ada banyak manfaat nyata, di antaranya:

Langkah-Langkah Membangun Personal Branding (Personal Branding Development)

1. Tentukan Identitas dan Nilai Diri

Mulailah dengan menjawab pertanyaan:

Identitas yang jelas membuat personal brand lebih kuat dan konsisten.

2. Tentukan Audiens yang Ingin Anda Jangkau

Tidak semua orang harus menjadi target Anda. Semakin spesifik audiensnya, semakin kuat pesan branding Anda.

Contoh: profesional muda, pebisnis pemula, kreator konten, ibu bekerja, dan sebagainya.

3. Bangun Kehadiran Digital yang Konsisten

Pilih platform yang paling relevan dengan tujuan Anda.

4. Buat Konten Bernilai dan Relevan

Konten adalah alat terkuat dalam digital personal branding.
Jenis konten yang bisa Anda buat:

Konten yang bernilai akan membuat audiens mengingat Anda lebih mudah.

5. Bangun Kredibilitas Melalui Social Proof

Beberapa cara untuk meningkatkan kredibilitas:

Semakin banyak social proof, semakin kuat brand Anda.

6. Jaga Konsistensi dan Autentisitas

Personal brand yang baik harus terasa natural dan tidak dibuat-buat. Audiens bisa merasakan kejujuran, dan kejujuran adalah fondasi dari kepercayaan.

7. Evaluasi dan Kembangkan Secara Berkala

Lihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Personal branding adalah proses jangka panjang, bukan sesuatu yang selesai dalam seminggu. Anda mungkin akan sering memperbarui tipe konten, positioning, atau strategi seiring waktu.

Personal branding, digital personal branding, dan personal brand development adalah elemen penting bagi siapa pun yang ingin tampil menonjol dan relevan di era digital. Dengan strategi yang tepat, seperti mulai dari menentukan identitas, membuat konten bernilai, hingga membangun kredibilitas, Anda bisa menciptakan personal brand yang kuat, otentik, dan berpengaruh.

Personal branding bukan tentang menjadi orang lain. Ini tentang menunjukkan versi terbaik dari diri Anda yang ingin dikenal dunia

Properti 2026 Diramal Tumbuh, Ditopang Pasar Rumah Seken dan Sewa

Jakarta - Industri properti nasional diperkirakan masih akan tumbuh pada 2026. Sejumlah pelaku usaha menilai transaksi berpotensi meningkat seiring stabilitas ekonomi yang relatif terjaga, dukungan kebijakan pemerintah, serta kebutuhan hunian yang tetap tinggi.

Sepanjang 2025, pasar properti menunjukkan tren yang cenderung stabil. Berdasarkan paparan manajemen ERA Indonesia dalam ajang National Business Conference ke-34 di Jakarta, transaksi tahun lalu tercatat tumbuh sekitar 9% dibandingkan 2024.

Presiden Direktur ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, mengatakan pasar sekunder alias rumah seken masih menjadi penopang utama transaksi. "Sepanjang 2025, sekitar 90% transaksi berasal dari pasar sekunder, sementara pasar primer sekitar 10%. Namun pasar primer mulai menunjukkan pergerakan positif berkat insentif pemerintah dan promosi pengembang," ujar Darmadi dalam keterangannya, Jumat (12/2/2026).

Darmadi beralasan, pasar rumah seken masih mendominasi lantaran karakteristiknya lebih fleksibel. Masyarakat masih menaruh kepercayaan besar terhadap produk properti yang sudah ready stock, kawasannya sudah terbentuk, dan yang tak kalah penting adalah punya ruang negosiasi harga. Di sisi lain, pasar primer mulai terdorong oleh insentif fiskal, termasuk kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) yang sebelumnya digulirkan pemerintah untuk mendukung sektor perumahan.

Tak hanya jual beli, tren sewa juga disebut mengalami peningkatan, terutama untuk properti komersial seperti restoran dan gudang. Kondisi ini dipengaruhi oleh sikap konsumen dan pelaku usaha yang cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian jangka panjang.

Dari sisi produk, rumah tapak masih mendominasi transaksi sepanjang 2025. Segmen lain seperti ruko, apartemen, dan gudang juga mencatat aktivitas, terutama di kota-kota besar dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya disebut sebagai wilayah dengan pergerakan transaksi yang relatif kuat.

Memasuki 2026, sejumlah pelaku industri menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif. ERA Indonesia, misalnya, membidik kenaikan transaksi hingga 25% tahun ini. Namun perusahaan tetap mewaspadai sejumlah faktor, mulai dari pergerakan suku bunga, daya beli masyarakat, hingga dinamika ekonomi global.

"Peluang tetap ada, tetapi tantangan juga harus diperhitungkan. Stabilitas ekonomi dan dukungan kebijakan akan sangat menentukan arah pasar," kata Darmadi.

Sumber :  https://www.detik.com/properti/berita/d-8354369/properti-2026-diramal-tumbuh-ditopang-pasar-rumah-seken-dan-sewa.

Bagaimana Prospek Industri Properti 2025?

Industri properti menyokong pertumbuhan ekonomi. Tahun 2025 menjadi pembuktian bagi pengembang menawarkan produk terbaik demi menjawab kebutuhan dan menjaga pasar

Industri properti merupakan salah satu penghela pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi di sektor properti menyerap lapangan kerja, dan turut menggerakkan 185 industri terkait, mulai dari bahan bangunan hingga peralatan rumah tangga.

Sepanjang Tahun 2024, mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi properti di subsektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai total Rp 122,9 triliun, atau menempati peringkat empat besar dari total 23 subsektor. Dari investasi itu, proyek yang bersumber dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat berjumlah 20.017 proyek, sedangkan dari penanaman modal asing (PMA) 17.818 proyek.

Capaian nilai investasi perumahan, kawasan industri dan perkantoran pada 2024 melampaui realisasi di tahun 2023 yang tercatat Rp 115,2 triliun. Ini menunjukkan sektor properti tetap menjadi salah satu sektor yang menarik minat investor, meskipun sempat mengalami perlambatan di beberapa tahun terakhir.

Hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) tahun 2023, menunjukkan, sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan menyediakan kesempatan kerja bagi 13,8 juta orang per tahun atau setara dengan 9,6 persen dari total angkatan kerja nasional tahun 2022.

Apa yang Bisa Anda Pelajari dari Artikel ini?

1. Bagaimana prospek industri properti pada tahun 2025?

2. Apa strategi untuk mendorong resiliensi sektor properti?

3. Sejauh mana peluang properti hijau dan cerdas?

4. Apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendorong properti hijau yang terjangkau?

 

Bagaimana prospek industri properti pada tahun 2025?

Meski berkontribusi besar dalam perekonomian nasional, industri properti dibayang-bayangi perlambatan ekonomi yang diprediksi berlanjut pada tahun 2025. Pusaran masalah geopolitik, permasalahan ekonomi di dalam negeri dan global, tingginya gelombang pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada pelemahaan daya beli masyarakat menengah bawah, hingga kejenuhan investasi menjadi tantangan di tahun ini.

Kabar baiknya, menurut Konsultan properti Knight Frank, Indonesia dengan dominasi penduduk usia produktif dan pasar yang bertumbuh merupakan keunggulan dan masih menjadi pertimbangan investor.

Adaptasi dan strategi diperlukan untuk menghadapi tantangan perekonomian di tahun 2025. Tahun ini menjadi pembuktian bagi pengembang untuk menawarkan produk terbaik demi menjawab kebutuhan dan menjaga pasar.

Apa strategi untuk mendorong resiliensi sektor properti?

Industri properti di Indonesia telah ditempa dan memiliki ketahanan (resiliensi) terhadap pelemahan ekonomi dan gelombang krisis pada periode-periode sebelumnya. Menurut kajian Knight Frank Indonesia, pengembang kini perlu beradaptasi dengan segmen pasar yang aktif di tengah pelemahan daya beli. Residensial di segmen menengah dan menengah bawah masih berpotensi tumbuh karena kebutuhan dasar.

Kedua, inovasi tidak mungkin dihindari untuk meningkatkan daya tarik properti yang ditawarkan. Di antaranya, mengembangkan properti dengan mengarah ke bangunan yang memenuhi kaidah lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG). Spesifikasi hijau yang sudah mencakup desain dan material bangunan akan mendorong efisiensi energi dan air yang dinikmati oleh penghuni dalam jangka panjang.

Generasi milenial dan Z sebagai konsumen properti terbesar saat ini sudah memiliki kepedulian akan pembangunan berkelanjutan dan kian memperhitungkan properti hijau. Penerapan hijau atau ESG memiliki manfaat jangka panjang tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga pengelola properti.

Ketiga, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Di kawasan industri, pengelolaan kawasan berbasis akal imitasi itu akan diperhitungkan investor sebagai sarana mencapai efisiensi dan meningkatkan operasonal kawasan industri

Sejauh mana peluang properti hijau dan cerdas?

Permintaan terhadap bangunan dan hunian yang bersertifikasi hijau terus menggema dari konsumen, investor dan perusahaan sebagai bagian dari komitmen global dalam penerapan prinsip ESG. Bangunan berkonsep ESG memiliki beberapa indikator. Mengutip Knight Frank, dari sisi lingkungan mencakup efisiensi energi melalui penggunaan pencahayaan LED dan sistem HVAC hemat energi, pengelolaan air dengan sistem daur ulang, serta pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Dari aspek sosial, indikator yang dinilai antara lain penyediaan ruang hijau, kualitas udara dalam ruangan, serta desain yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Sedangkan dalam aspek tata kelola (governance), indikator yang penting meliputi transparansi dalam operasional, kepatuhan terhadap regulasi keberlanjutan, serta adanya sertifikasi hijau yang menunjukkan komitmen terhadap praktik ramah lingkungan.

Sejumlah inisiasi dan inovasi properti terus digencarkan pengembang demi menangkap peluang dan menjawab kebutuhan pasar. Inisiasi produk properti hijau, baik komersial dan residensial, serta rumah berbasis AI mulai digencarkan.

Grup pengembang properti Sinar Mas Land, misalnya, pada Februari 2025 meluncurkan kawasan hunian bersertifikasi hijau pertama di Indonesia, yakni The Armont, di BSD City, Tangerang, yang menyasar segmen premium. Perusahaan mengembangkan hunian berkonsep hijau dengan harga yang bisa lebih terjangkau segmen menengah.

Pekan ini, pengembang PT Metropolitan Land Tbk (Metland) meluncurkan sistem smart home berbasis kecerdasan buatan atau MIRA lewat kolaborasi dengan perusahaan teknologi AI, Orpin. Implementasi MIRA diterapkan pada Kluster Walden, Metland Transyogi, Cibubur. Inovasi itu memudahkan penghuni mengendalikan penggunaan perangkat elektronik untuk efisiensi energi, hingga fitur keamanan rumah.

Konsultan properti Colliers Indonesia memproyeksikan, produk-produk yang mengedepankan inovasi dan ramah lingkungan lebih bertahan di tengah tekanan ekonomi dan pasar.

Apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendorong properti hijau yang terjangkau?

Meski properti hijau di Indonesia berpeluang besar, namun penerapan sertifikasi bangunan hijau dinilai masih butuh waktu. Hingga tahun 2024, luas area (gross) gedung perkantoran di Jakarta yang sudah mengantongi sertifikasi bangunan hijau dari lembaga pemeringkat dalam dan luar negeri tercatat baru 1,07 juta meter persegi (m2) atau sekitar 14 persen dari total gedung perkantoran. Jumlah itu masih jauh di bawah Singapura yakni 70-80 persen gedung perkantoran telah bersertifikasi hijau, dan Hongkong sebanyak 30-40 persen.

Sementara itu, hunian bersertifikasi hijau memerlukan biaya lebih tinggi, sehingga penawaran masih terbatas menyasar segmen menengah atas dan premium. Upaya mendorong properti hijau lebih terjangkau memerlukan dukungan pemerintah dan perbankan dalam aspek pembiayaan hijau. Apalagi, penerapan ESG telah menjadi salah satu yang diwajibkan dalam Taksonomi Hijau Otoritas Jasa Keuangan dalam investasi proyek-proyek properti untuk bisa mendapatkan pinjaman hijau.

Pemerintah dinilai perlu mendorong insentif dan regulasi pada pengembangan kawasan dan bangunan ramah lingkungan. Dukungan perbankan juga dinilai perlu ditingkatkan terhadap proyek bangunan hijau melalui pembiayaan berkelanjutan berupa keringanan suku bunga kredit atau pinjaman.

Pengembangan hunian bersertifikasi hijau perlu didukung lewat pembiayaan berbasis hijau agar lebih terjangkau konsumen.Tantangan pembiayaan hijau harus dijawab ke depan agar bangunan hijau bisa berkembang lebih banyak lagi dan terjangkau dalam rangka komitmen mengurangi pemanasan global.

Sumber : https://www.kompas.id/artikel/bagaimana-prospek-industri-properti-2025

Tentang Danantara Indonesia

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) adalah badan pengelola investasi strategis yang mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Nama ”Daya Anagata Nusantara” diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. "Daya" berarti energi, "Anagata" berarti masa depan, dan "Nusantara" merujuk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang secara keseluruhan mencerminkan kekuatan dan potensi masa depan Indonesia.

Untuk mencapai tujuan strategisnya, Danantara Indonesia berkomitmen untuk mendorong transformasi ekonomi dengan pendekatan profesional dan menerapkan good governance. Danantara Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi aset, menarik investasi global, dan memperkuat daya saing Indonesia di sektor strategis, sehingga menciptakan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia

 

 

 

“Semua kekayaan kita harus sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat kita (rakyat Indonesia).”

Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029.

Visi

Sebagai pengelola investasi terkemuka, di mana BUMN strategis akan menjadi enabler penempatan investasinya, Danantara Indonesia mendorong transformasi ekonomi Indonesia dengan menumbuhkan badan Sovereign Wealth Fund berskala dunia, mendukung pembangunan nasional dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Misi

. Mengelola kekayaan negara secara profesional, transparan, dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip good governance untuk mendorong kesejahteraan rakyat, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 dan misi Asta Cita.

 

Sumber : https://www.danantaraindonesia.com

Simak! Begini Proses dan Alur Penerbitan Sertipikat Tanah Elektronik

Sertipikat elektronik memiliki kelebihan, antara lain sertipikat tanah dapat dicetak secara mandiri, pengelolaan dokumen pertanahan lebih praktis dan mudah, serta masyarakat tidak perlu panik jika sertipikat hilang, karena sertipikat tersimpan secara elektronik yang dapat diakses dan diunduh melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengatur penerapan sertipikat elektronik untuk sektor pertanahan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) juga telah menerbitkan aturan turunan terkait sertipikat elektronik yakni Permen ATR/Kepala BPN No.1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik.

Dalam beleid tersebut disebutkan bahwa sertipikat elektronik adalah sertipikat yang diterbitkan melalui sistem elektronik dalam bentuk dokumen elektronik. Sertipikat elektronik untuk pertama kali diberikan kepada tanah yang belum terdaftar dan penggantian sertipikat lama.

Dalam pengurusan sertipikat elektronik, dokumen elektronik yang diperlukan berupa gambar ukur; peta bidang/peta ruang; surat ukur, gambar denah SRS, SU ruang; dan dokumen lainnya. Kemudian dokumen elektronik ini akan disimpan dalam pangkalan data secara berurutan sesuai isinya sebagai riwayat pendaftaran tanah.

Menurut notaris Irma Devita Purnamasari, sertipikat elektronik merupakan salah satu akibat dari digitalisasi pertanahan yang nantinya akan memberikan kemudahan dalam pembuktian dan proses peralihan hak atas tanah.

Meski dalam praktiknya tidak lepas dari tantangan yang cukup besar dalam bidang pengamanannya, namun Irma menilai sertipikat elektronik memiliki kelebihan, antara lain sertipikat tanah dapat dicetak secara mandiri, pengelolaan dokumen pertanahan lebih praktis dan mudah, serta masyarakat tidak perlu panik jika sertipikat hilang, karena sertipikat tersimpan secara elektronik yang dapat diakses dan diunduh melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

“Digitalisasi pertanahan ini, terjadi karena disrupsi besar-besaran di era industri 4.0 dan society 5.0 di bidang regulation technology. Sehingga mengakibatkan perombakan besar-besaran dalam pekerjaan notaris/PPAT,” kata Irma dalam dalam Seminar Online bertajuk “100 Pembicara Alumni Notariat UI, 100 Tahun untuk Negeri”, Selasa (5/6).

Sumber : https://www.hukumonline.com/berita/a/simak-begini-proses-dan-alur-penerbitan-sertipikat-tanah-elektronik-lt66611af0bff0f/

Cara Mengajukan BPHTB Gratis, Inilah Syarat dan Cakupan Wilayahnya

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pungutan yang dikenakan setiap kali terjadi peralihan hak atas tanah dan/atau bangunan.

BPHTB dikenakan kepada pihak atau seseorang yang mendapatkan peralihan hak tersebut, baik melalui jual-beli, hibah maupun waris.

Tarif BPHTB sejatinya terbilang besar, nilainya bisa mencapai jutaan rupiah.

Meski begitu, sejumlah daerah di Indonesia memiliki kebijakan menggratiskan BPHTB dengan tujuan meringankan beban masyarakat.

Mau tahu daerah mana saja yang menggratiskan BPHTB? Lalu, bagaimana pengajuannya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Wilayah yang Menggratiskan BPHTB

Sejak tahun 2009, BPHTB tidak lagi berstatus sebagai jenis pajak pusat, melainkan jenis pajak daerah.

Ketentuannya tercantum dalam Pasal 1 ayat 41 Undang-Undang 28 Tahun 2009 (UU 28/2009) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Sejak terbitnya UU tersebut, maka ketentuan dan kebijakan mengenai BPHTB sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah daerah.

Inilah yang menyebabkan tidak semua daerah menerapkan program BPHTB gratis.

Sejauh penelusuran kami, baru Provinsi DKI Jakarta, Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Bekasi yang menggratiskan BPHTB.

Program penggratisan ini memiliki syarat dan ketentuan sesuai kebijakan masing-masing daerah.

Misalnya di Jakarta, ketentuannya tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta No.193/2016 yang disempurnakan melalui Pergub No.126/2017.

Disebutkan dalam Pasal 3 ayat 1 Pergub 126/2017, pengenaan 0% BPHTB diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mulai menggratiskan BPHTB pada Oktober 2022, melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) yang sebelumnya berlaku.

Dengan ini, peningkatan hak pertama kali dari Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) maupun Surat Keterangan Tanah (SKT) untuk perorangan akan digratiskan.

Ketentuan BPHTB gratis di Pekanbaru diperuntukkan bagi perorangan, serta bisa mendaftarkan untuk lebih dari satu aset selama berstatus pendaftaran pertama kali.

Adapun Pemkab Bekasi menggratiskan BPHTB untuk masyarakat yang mengajukan pembuatan sertifikat melalui program Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) 2024.

Hanya saja, penggratisan BPHTB dalam program PTSL hanya diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Sementara, untuk kategori warga mampu tetap diwajibkan membayar BPHTB, meski mengurus sertifikatnya melalui program PTSL.

Syarat Mengajukan Fasilitas BPHTB Gratis

ika ingin membeli rumah pertama, Anda bisa mengajukan permohonan BPHTB gratis.

Nah, sebelum mengajukan permohonan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan sejumlah dokumen sebagai persyaratan administrasi.

Dokumen persyaratan BPHTB gratis terbagi menjadi dua; dokumen persyaratan umum dan khusus.

Agar lebih jelas, berikut rincian dokumen umum dan khusus yang harus disiapkan:

1. Dokumen Persyaratan Umum

2. Dokumen Persyaratan Khusus

Dokumen persyaratan khusus untuk pengajuan karena jual beli dan hibah pertama kali, yakni:

Dokumen persyaratan khusus untuk pengajuan karena hibah wasiat pertama kali, yakni:

Dokumen persyaratan khusus untuk pengajuan karena peristiwa waris pertama kali, yakni:

Dokumen persyaratan khusus untuk pengajuan karena pemberian hak baru pertama kali, yakni:

Proses Pengajuan Fasilitas BPHTB Gratis

Jika semua berkas dokumen dinyatakan lengkap, maka pengajuan BPHTB gratis bisa langsung diproses dengan mekanisme berikut:

1. Pemeriksaan kelengkapan dan Penelitian Dokumen

2. Validasi pengesahan

Demikianlah tata cara pengajuan BPHTB gratis beserta syarat yang harus dipenuhi.

Kenapa Pasangan Muda Lebih Pilih Apartemen daripada Rumah Tapak? Ini Alasannya!

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa semakin banyak pasangan muda yang memilih tinggal di apartemen dibandingkan rumah tapak? Ada beberapa alasan kuat yang mendasari pilihan ini. Mari kita bahas satu per satu!

Jadi, Sudah Siap Pindah ke Apartemen?

Jika Anda adalah pasangan muda yang sedang mencari hunian pertama, apartemen bisa menjadi pilihan yang sangat tepat. Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, apartemen tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga investasi yang menjanjikan.

Tips Rasional untuk Milenial Punya Rumah di Usia 30 Tahun

Banyak yang skeptis bahwa generasi Milenial diprediksi menjadi kelompok yang akan kesulitan untuk membeli rumah. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya, generasi milenial banyak mengalokasikan biaya atau uangnya untuk traveling daripada berinvestasi atau menabung untuk membeli rumah. Selain itu, juga karena pendapatan milenial dinilai masih di bawah atau tak sebanding dengan harga rumah yang terus meroket setiap tahunnya. Namun demikian, Managing Director Strategic Business & Service Sinarmas Land Alim Gunadi justru berpendapat, generasi milenial akan memimpin pasar properti pada tahun ini. Menurut dia, pembelian rumah akan didominasi oleh kalangan milenial. Hal itu didorong kebutuhan mereka untuk segera memiliki rumah. Baca juga: Lima Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah
"Jadi karakteristik ini yang kita harus lihat bahwa milenial akan memimpin. Mereka customer terbanyak tahun ini," kata Alim dalam diskusi virtual, Kamis (05/03/202). Dengan kedua asumsi yang berbeda tersebut tentu membuat Anda bertanya-tanya tentang bagaimana caranya generasi milenial dapat memiliki rumah. Berikut tips dan cara jitu agar generasi milenial dapat memiliki rumah sebelum usia 30 tahun:

1. Perbaiki mindset

Hal pertama yang mesti dilakukan generasi milenial adalah memperbaiki mindset atau paradigma berpikir. Hal itu agar keinginan atau kecenderungan untuk memiliki rumah menjadi prioritas utama yang harus mereka usahakan dibandingkan traveling dan bersosialisasi. Alim mengatakan, rumah merupakan kebutuhan mendasar yang mesti dipenuhi oleh setiap orang. Terlebih generasi milenial juga harus menyadari bahwa mereka tak selamanya tinggal di rumah orang tua. "Hunian itu kan merupakan basic needs, kebutuhan mendasar bagi semua orang," kata Alim kepada Kompas.com, Rabu (10/03/2021).

2. Lakukan perencanaan keuangan secara matang

Setelah mengetahui pentingnya memiliki rumah, selanjutnya sebagai generasi milenial Anda harus dapat mengatur dan merencanakan keuangan secara matang. Baca juga: Pilihan Rumah Murah Buat Milenial, Lokasi Jabodetabek Jika Anda bekerja pada sebuah perusahaan, maka gaji atau pendapatan dari kerjanya harus dapat dialokasikan untuk berbagai kebutuhan termasuk menabung untuk membayar down payment (DP) rumah. "Anak-anak muda harus sejak dini membuat perencanaan yang baik untuk keuangannya baik untuk pengeluaran harian atau pun untuk tabungannya," jelas Alim. Selain itu, Anda juga dapat menabung atau menyisihkan 20 persen hingga 30 persen dari total pendapatan bulanan untuk mencicil rumah. Sementara sisanya, dapat Anda gunakan untuk membeli kebutuhan yang lainnya.

3. Riset dan cari tahu informasi penjualan rumah

Anda juga harus mulai melakukan riset dan memperbanyak informasi tentang penjualan rumah. Informasi itu bisa Anda dapatkan melalui berbagai cara, misalnya mendatangi pameran properti, dan informasi secara daring. Di tengah pandemi Covid-19 ini banyak pengembang properti yang mengadakan pameran properti secara virtual. Hal itu tentu saja akan sangat memudahkan Anda untuk menjangkau informasi penjualan rumah dengan lebih mudah. Baca juga: Rumah Milenial Tipe 13 Dibanderol Rp 150 Juta Informasi yang penting itu mulai dari lokasi, harga, ukuran, hingga fasilitas apa saja yang akan Anda dapatkan. Harga rumah akan sangat bergantung pada lokasi. Misalnya, harga rumah di Jakarta tentu akan berbeda dengan di daerah lain seperti Tangerang, Bogor, Depok dan Bekasi.

4. Cari tahu rumah sepeti apa yang Anda inginkan

Setelah mendapatkan informasi, tentu keputusan untuk membeli rumah ada di tangan Anda. Dari berbagai referensi rumah yang Anda ketahui, mulailah untuk mencari tahu rumah impian. Mulai dari ukurannya, desain dan model, hingga lokasi rumah tersebut. Bagi Anda yang bekerja di ibu kota, tentu sangat penting memiliki rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ibu kota namun dapat dibeli dengan harga yang masih masuk akal. Contohnya rumah di pinggiran Jakarta, yaitu Bogor, Tangerang, Depok, atau Bekasi. Pertimbangan ini juga berlaku pada berapa ukuran rumah, dan bagaiaman desain dan model rumah yagg Anda suka.

5. Perhatikan ketentuan kredit rumah

Kredit memang menjadi salah satu cara cepat untuk dapat memiliki rumah. Namun, dalam membeli rumah Anda harus memperhatikan berapa besaran kredit dan bunga yang ditawarkan. Tidak semua bank menawarkan bunga kredit rendah. Dengan kredit dan bunga yang besar itu bisa jadi akan sangat membebani Anda jika tidak sesuai kemampuan keuangan. Tak hanya itu, Anda juga perlu memastikan apakah bunga kredit yang ditawarkan flat atau dalam rentang waktu tertentu akan naik. Tidak jarang, perbankan hanya menerapkan bunga kredit rendah hanya untuk beberapa tahun saja. Misalnya dari tenor 15 tahun, bunga kredit rendah hanya berlaku untuk lima tahun pertama. Sementara 10 tahun berikutnya bunga kredit akan naik.

6. Cari informasi tentang fasilitas bantuan

Terakhir tak kalah penting, carilah informasi tentang fasilitas bantuan perumahan baik yang diberikan oleh pengembang ataupun pemerintah. Dengan adanya fasilitas bantuan tersebut akan sangat meringankan Anda untuk membeli rumah. Atau paling tidak Anda dapat membeli rumah dengan banyak diskon dan potongan harga. Misalnya di tengah pandemi Covid-19 banyak stimulus kebijakan yang diberikan pemerintah untuk industri properti di Indonesia. Sebut saja pemangkasan suku bunga acuan, DP 0 persen, hingga insentif PPN. Perhatikan waktu yang tepat membeli rumah. Artinya dengan membeli rumah pada waktu yang tepat Anda akan mendapatkan banyak sekali keringanan dan potongan harga. Sangat penting bagi milenial untuk memikirkan masa depannya terutama dalam membeli rumah.
"Memang kebiasaan millenials berbeda tetapi perlu juga untuk memikirkan bahwa hidup tidak hanya hari ini tapi juga tentang masa depan juga," ujar Alim

8 Alasan Kaum Milenial Harus Segera Punya Rumah

Siapa sih yang tidak mau punya rumah? Hunian nyaman dan memiliki rumah sendiri tentu jadi impian semua orang. Tapi pada kenyataannya, banyak orang yang masih menganggap bahwa membeli rumah adalah hal yang memberatkan, terutama bagi anak muda. Hal ini terbukti dari riset Kompas yang dilakukan pada 2017 lalu. Riset tersebut menyatakan 61% warga Indonesia khususnya milenial di usia 25 – 35 tahun belum memiliki rumah sendiri.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Mungkin pertanyaan ini cocok dilontarkan kepada generasi milenial yang sering menunda untuk memiliki hunian. Mereka harus sadar bahwa harga properti setiap tahunnya naik drastis.

Dengan demikian, jika tidak memaksakan membeli hunian dari sekarang, khawatir di masa yang akan datang harga hunian malah lebih mahal. Oleh karena itu, jika membeli rumah dari sekarang, paling tidak seiring nilai uang yang akan terus menurun akan memberikan keringanan cicilan kepada Anda.

Terlebih, harga rumah saat ini semakin mahal. Meski demikian, milenial sangat dianjurkan untuk segera membeli rumah dan tidak lagi menunda-nunda. Mengapa demikian? Inilah 8 alasan milenial sebaiknya segera membeli rumah.

1. Investasi yang menjanjikan

Rumah adalah aset yang cenderung mengalami peningkatan, sekarang dibeli besok sudah naik harganya.

2. Menghindari naiknya harga rumah

Bila terus menunggu sama saja membiarkan naiknya harga rumah, menabung juga sulit dilakukan, pada saat uang terkumpul harga rumah sudah naik, solusi terbaik adalah KPR bisa juga dengan cash bertahap ke Puri Kahuripan.

3. Motivasi kerja keras

Anak muda biasanya boros dan konsumtif, sedikit sekali yang memikirkan kebutuhan rumah. Tiba-tiba sudah tua belum punya rumah, menua adalah takdir, bahagia adalah pilihan , memiliki rumah di Puri Kahuripan adalah kebahagiaan.

4. Banyaknya dukungan dari pemerintah

Pendapat jika milenial tidak bisa beli rumah adalah salah besar. Sebaliknya, milenial berpeluang besar untuk bisa membeli rumah. Hal itu salah satunya karena saat ini ada banyak kemudahan yang diberikan pemerintah. Contoh kemudahan adalah down payment atau DP yang diserahkan kepada masing-masing bank. Kebijakan ini membuat milenial tidak perlu lagi mengumpulkan uang dalam waktu lama untuk membeli rumah. Tidak ketinggalan, rumah subsidi pun semakin mempermudah milenial memiliki rumah. Terlebih, skema program perumahan khusus milenial kini tengah dipersiapkan.

5. Harga rumah yang semakin mahal

Jika memutuskan untuk menunda membeli rumah, maka biaya yang harus dipersiapkan pun akan semakin mahal. Oleh karena itu, milenial hendaknya segera membeli murah sebelum harganya menjadi semakin mahal dan sulit untuk dibeli. Contoh nyata fenomena tersebut bisa dilihat pada rumah dengan luas tanah 60 meter persegi di Cibinong yang dihargai Rp 150 juta pada 2017. Namun pada 2019, harganya naik dua kali lipat hingga mencapai Rp 300 juta.

6. Lahan yang semakin sempit

Semakin mahalnya harga rumah juga disebabkan oleh lahan yang semakin sempit. Rumah dengan lokasi strategis yang bisa dijangkau transportasi umum harganya juga pasti jauh lebih mahal. Meski demikian, sekarang masih cukup banyak rumah di pinggir Jakarta yang lokasinya strategis, tetapi harganya terjangkau. Contoh rumah itu ada di daerah Depok atau Cibinong. Milenial sangat dianjurkan untuk segera membeli rumah di sana karena harganya pasti akan naik. Hal itu disebabkan karena tingginya peminat. Jika tidak segera merencanakan pembelian, bisa jadi rumah sudah keburu diambil orang lain.

7. Milenial masih produktif untuk kumpulkan banyak uang

Generasi milenial lahir pada tahun 1980 sampai 1995. Mereka pun termasuk kategori usia produktif yang masih bisa bekerja maksimal untuk mengumpulkan banyak uang. Itu karena mereka memiliki cukup tenaga untuk mencari penghasilan dari banyak sumber. Penghasilan itu pun bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Sementara semakin tua, kemampuan mengumpulkan uang akan semakin berkurang, seiring tenaga yang juga semakin berkurang. Tentu jangan sampai saat sudah tua, penghasilan hanya bisa dipakai untuk membayar cicilan rumah.

8. Dana bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi

Jika milenial sudah membeli rumah, maka uang bisa dipakai untuk berinvestasi. Itu karena tidak ada lagi dana yang harus dikeluarkan untuk membayar cicilan rumah, kontrakan, atau kos. Bisa jadi biaya yang dikeluarkan untuk membayar tiga hal tersebut sudah bisa dibelikan rumah. Oleh karena itu, segera untuk membeli rumah merupakan keputusan yang tepat.

Sumber : https://timesindonesia.co.id/advertorial/396218/8-alasan-kaum-milenial-harus-segera-punya-rumah